I Love You


I Love You!

Hanya kalimat itu yang bisa kuucapkan padamu. Iya, aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku. Iya, aku tau ini rasaku padamu, akankah kamu merasakan hal yang sama denganku? Aku harap jawabannya iya, tapi kalau jawabannya ngga ya gimana caranya harus iya dong. Eh kok maksa ya, iya perkara hati aku ingin memaksa hatimu mengikuti mauku. Rasanya aku sudah egois padamu? Iya, aku tau aku sangat egois tapi gimana dong rasa ini ngga bisa kupendam dan harus kukatakan.

Katamu, kalimat ini sangat sulit untuk diucapkan butuh banyak keberanian dalam mengucapkannya. Iya, dan aku cukup berani untuk mengatakan I Love You atau Aku Cinta Kamu kepadamu. Aku tak pernah menyesal mencintaimu dan menyayangimu. Kau sangat salah saat mengira rasaku ini hanya kepalsuan belaka atau hanya bualan semata.

Rasaku padamu benar adanya tanpa kubuat-buat dan tanpa kukira-kira. “Kenapa bisa mencintaiku?” tanyamu. Tentu saja bisa, aku pun tak tau sejak kapan rasa ini hadir karena rasa ini semakin hari semakin bertambah dan gilanya rinduku sudah menggunung padamu. Entah apa yang ada dibenakku, hanya ada tentangmu dan tentu ada namamu yang selalu muter-muter dan teringat dikepalaku. Kamu memenuhi hari-hariku! ” Secepat ini kamu mencintaiku?” tanyamu lagi, aku hanya mengikuti arah cinta yang berhembus ( eh cinta itu berhembus ngga sih? ya pokoknya gitu lah ya), dan sudah kuceritakan lengkap padamu tentang kenapa, bagaimana dan mengapa aku mencintaimu. Jangan tanyakan lagi padaku karena kubutuh merangkai kata dengan sikapku yang menye-menye itu sangat susah, apalagi harus menatap wajahmu yang MasyaAllah bersinar dan menggemaskan itu.

Lebay? oh tentu, banyak orang bilang aku lebay dan alay tapi nyatanya tak selebay dan sealay itu. Aku hanya mengungkapkan sebuah perasaan yang memang kurasakan padamu. Berharap dan semoga bukan sekedar harapan kamu pun memiliki rasa yang sama, kalaupun rasamu itu lebih besar aku sangat bersyukur pada Allah.

Salah atau benar aku mencintaimu dengan setulus hati? entah, aku pun tak tau apakah ini benar atau salah. Yang paling benar adalah aku mencintaimu dan itu pula doaku pada Tuhan penciptaku. Aku memilihmu menjadi bagian dalam hidup dan diriku, akan kah kau memilihku jadi bagian hidup dan dirimu? Semoga Allah Subhanahu Wata’ala merestui dan semesta menghendaki, aku dan kamu menjadi kita yang akhirnya akan menjadi satu keluarga yang sakinah mawaddah warohmah Aamiin Ya Robbal Alamin.

I love you more than anything, I hope you feel the same and want us to be together. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.