Ini Cerita Tentang Kamu


Ini cerita tentang kamu.
Kamu yang masih mengisi hatiku sampai saat ini.
Kamu yang masih menjadi bagian hidupku sampai detik ini.
Kamu yang masih menjadi alasanku tertawa bahkan menangis.

Untuk Kamu,

Aku tahu ini tak akan pernah mudah untuk kita berdua. Ada begitu banyak tawa bahkan air mata saat kita bersama. Mengetahui adanya hal yang menyulitkan kita berdua pun, kita selalu berusaha untuk menyelesaikannya walaupun pada akhirnya aku yang harus menyerah karena tak bisa lagi melangkahkan kakiku berjalan beriringan denganmu. Aku yang harus pergi meninggalkan semua tentang kita, meninggalkan semua tentang kamu dan meninggalkan semua tentang mimpi kita yang sudah kita ukir beberapa waktu lalu. Sungguh menyakitkan memang tapi inilah kenyataan yang harus kita jalani. Lebih baik kita saja yang sakit dan itu sudah menjadi pembicaraan kita berdua. Sudah berkali-kali kau berkata untuk segera pergi meninggalkanmu tapi aku masih berusaha untuk tetap bertahan denganmu walaupun kita sama-sama tahu ini semua akan berakhir menyakitkan ujungnya.

Kisah kita akhirnya berakhir, tentu dengan deraian airmata yang semakin berlipat ganda. Kamu pernah berkata sambil menenangkan  “Suatu saat bila memang kita berjodoh nantinya kita akan dipertemukan lagi bagaimanapun caranya tapi kalau memang Allah tak menghendaki itu aku bersyukur sudah pernah menjadi bagian dalam hidupmu.”

Akhirnya kita berdua sama-sama menyerah karena dengan segala daya bahkan upaya yang telah kita lakukan bersama benar-benar hanya kata berpisahlah yang harus kita tempuh. Berpisah denganmu tak pernah sekalipun terpikirkan olehku. Tak pernah sedikitpun terbayangkan dalam otakku kalau kita akan berpisah dan meninggalkan semuanya yang telah kita lalui bersama. Aku harus bagaimana berjalan tanpa kamu apa dayaku, tapi ini harus kita lakukan karena kita tak bisa bersama dengan segala keadaan yang ada.

Maafkan aku, karena telah meninggalkanmu dengan banyaknya bekas luka yang kuberikan padamu.
Maafkan aku, karena telah membuat hatimu sakit bahkan terluka sampai seperti ini.
Maafkan aku, karena aku tak bisa mempertahankanmu lagi dan memilih menyerah lalu pergi.
Maafkan aku, untuk segala kesalahan yang sudah kulakukan padamu apapun itu.
Maafkan aku, maafkan aku, sungguh maafkan aku.

Hanya aku dan kamu yang mengerti kenapa semuanya harus berakhir ditengah jalan seperti ini. Kita sudah usahakan yang terbaik dan memang berpisah adalah jalan yang harus kita tempuh.

Aku tahu ini tak akan pernah mudah untuk kita berdua, kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidup kita akan membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkan segala lukanya yang terlanjur ada dalam hati.

Tolong jaga dirimu baik-baik karena tak ada aku lagi yang sangat rewel dan cerewet saat kau malas makan atau tak minum obat saat kau sakit. Berbahagialah karena kamu harus tetap bahagia dan tertawa walaupun aku tahu betapa sakitnya hatimu. Aku tak masalah bila kamu membenciku karena aku memang layak mendapatkan itu semua, tapi aku mohon maafkanlah aku. Kau tahu alasan dibalik aku pergi meninggalkanmu dan semua tentang kita. Aku tahu kamu pasti tak akan suka aku menangis, tapi aku pasti akan menangis dan tolong jangan larang aku menangisimu karena aku tak menyuruh air mataku turun tapi air mataku sendiri yang mengalir dengan sendirinya dan dengan begitu derasnya. Aku memang akan sakit tapi tak apa akan kuurus masalahku dengan hatiku nanti.

Terima kasih sudah pernah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidupku. Terima kasih sudah menjadi alasanku bertahan bahkan saat kita sama-sama tahu bagaimana ujungnya. Terima kasih sudah menyayangi dan mencintaiku dengan segenap hatimu. Terima kasih sudah memberikan keceriaanku lagi. Terima kasih sudah menjadi lelaki yang sangat aku cintai. Dan terima kasih untuk segala hal yang telah kau berikan bahkan lakukan untukku dan untuk kita. Terima kasih banyak.

Ini perkara sabar dan mengikhlaskan satu sama lain, yuk sama-sama berjuang untuk selalu sabar dan ikhlas menerima semuanya bahkan untuk menerima kenyataan kalau kita harus berjalan dijalan kita masing-masing. Sulit dan begitu berat memang tapi kita pasti bisa menghadapi dan menjalaninya. Ijinkan aku memelukmu dengan doa-doaku untukmu, Semoga kamu bahagia dunia akhirat dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala dimanapun kamu berada Aamiin Ya Robbal Alamin.

Aku pamit. Masih sangat jelas teringat senyuman terakhirmu untukku sebelum kita berpisah. Terima kasih.

Dan hujanpun turun dengan begitu derasnya, hujan pun mengerti betapa sedih dan terlukanya hati kami berdua. 

Advertisements

2 thoughts on “Ini Cerita Tentang Kamu

  1. “Tolong jaga dirimu baik-baik karena tak ada aku lagi yang sangat rewel dan cerewet saat kau malas makan atau tak minum obat saat kau sakit.”

    Menusuk :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s