Kala Hujan Turun


Langit sudah begitu gelap seakan-akan malam pun sudah tiba, tapi kulihat jam tanganku masih menunjukkan pukul 16:00. Langit rupanya ingin mengeluarkan keluh kesahnya melalui hujan. Hujan sore ini turun begitu derasnya. Derasnya air yang turun disertai angin sangat sukses membuat sejuk suasanya dan membangunkan rindu yang sudah terdiam beberapa lama. Memang hujan dan rindu sangat berkaitan, rindu seakan-akan sudah menjadi soulmate sang hujan.

Siapa yang bisa menolak datangnya sang Rindu? Aku rasa tak ada yang bisa menolaknya. Karena Rindu selalu datang secara tiba-tiba. Apalagi barengan sama si Hujan wah baper-baper bertebaran sodara – sodara haha. Hujan memang selalu sukses bikin baper kok tapi ya mau bagaimana lagi dinikmati saja hujannya dan tentu saja dinikmati saja sang rindu yang sedang melanda. Lama – lama juga terbiasa dengan rindu yang begitu sering melanda. Kalau ada waktu dan ada kesempatan boleh saja melepaskan rindu tapi kalau kesempatan itu tidak ada ya dinikmati saja bawa saja dalam doa walaupun mungkin tidak akan membantu banyak ya minimal kita berusaha sedikit melampiaskan rindu tanpa adanya pertemuan tapi hanya lewat doa.

Kala hujan turun memang selalu mengingatkanku padamu tapi tak apa semua tentangmu sudah kusimpan dalam hatiku lama kelamaan aku akan terbiasa. Selamat menikmati hujan ya, dingin dan rindu mungkin akan melanda tapi santai aja mereka bakal ilang kok lama-kelamaan. Tapi coba tambahin segelas kopi hangat atau coklat hangat, pasti makin klop deh. Selamat weekend ya, terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Kala Hujan Turun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s