Dan Pada Akhirnya Aku Harus Ikhlas Melepaskanmu


Tuhan rupanya mengabulkan keinginanku untuk bertemu denganmu. Bertemu denganmu secara nyata adalah hal yang kuinginkan. Akhirnya bisa kulihat wajahmu lagi, akhirnya bisa kudapatkan lagi pelukan hangatmu. Dan ya akhirnya kita saling bertatap, saling mendekap dan saling berbicara lagi setelah sekian lama kita bungkam. Rasa senang, rindu bahkan sedih bercampur menjadi satu. Skenario Allah pun berjalan sesuai kehendak-NYA. Allah mempertemukan kita pasti selalu dengan sebab. Selalu ada tujuan disetiap pertemuan. Masih bisa kurasakan dalamnya rindumu padaku, ah ternyata kau pun merindukanku selama ini. Tapi aku berpikir kembali dan merenungkan semua tentang ini saat kamu berlalu pergi. Kubertanya pada diriku sendiri, apakah aku masih menginginkanmu atau hanya merindukan semua kebiasan kita waktu dulu. Kutanyakan pada diriku sendiri, apa yang sebenarnya kuinginkan dalam hati dan juga hidupku. Lalu kuingat bagaimana cerita saat kita berpisah, ya rasa sakit yang kau berikan pada hatiku memang belum sembuh betul tapi aku masih bisa merasakan bagaimana tiba-tiba kau menendangku keluar dari hati bahkan hidupmu. Kuingat perjuanganku menjadi seperti yang kamu mau dan harapkan, tapi aku pun teringat kalau saat itu aku berjuang sendirian. Kau mungkin berjuang juga tapi kau tak lebih keras berjuang mempertahankan sebuah kata “kita” diantara kita. Kau menyerah dengan semuanya, kau pun sudah lelah menghadapi semua saat aku masih berusaha keras mempertahankan kita dan masih berusaha mati-matian memperjuangkan kamu untuk terus berada dalam hati dan kehidupanku.

IAmDone,Itriedyoudidnt

Aku menyakiti diriku sendiri untuk yang kesekian kalinya. Aku membuat mataku kembali berair karena ulahku sendiri. Betapa bodohnya kan? Mataku masih saja tak bisa melihat kata tidak yang sudah diberikan oleh Allah. Masih saja dengan bodohnya berharap kalau kau pun masih menyimpan rasa bahkan masih menyayangiku. Yang perlu kusadarkan adalah diriku sendiri, yang masih mampu menyimpan rindu untukmu walaupun aku pun tau Allah tak setuju dengan ini. Sang hati memang masih ngotot untuk terus menerus menyimpan rasa untukmu, tentu saja bukan rasa biasa tapi kamu pun tau bahwa rasa yang masih disimpan sang hati adalah rasa cinta dan rasa sayangku padamu. Aku tau ini semuanya salah, aku masih saja berharap akan hadirmu dan masih saja berharap semua akan kembali menjadi kita seperti sedia kala. Tapi sudah kusadarkan diriku, sudah kutraining ulang sang hati untuk menerima semuanya. Dan sudah kuputuskan untuk meninggalkan semua kenanganmu disini saja. Mengikhlaskanmu pun sudah seharusnya memang kulewati. Sedihku, lukaku bahkan bahagiaku tentangmu akan berakhir disini. Tak ada lagi kita diantara kita, yang ada hanyalah aku dan kamu yang tak akan mungkin menjadi kita bila Allah tak mengijinkan.

lettingyou go

Lelah yang kubuat sendiri rasanya tak pantas untuk kukeluhkan. Aku saja yang terlalu memikirkan semua tentangmu. Tapi aku bersyukur masih bisa merasakan rindu padamu, walaupun aku tau mungkin ini akan menyakiti diriku sendiri setidaknya aku pernah merasakan sakitnya merindukanmu yang sudah membuat sang hati sangat sesak. Mengingatmu bagiku sebuah proses untuk menyadari dan mengikhlaskan kepergianmu. Karena aku tak mungkin melupakanmu, yang bisa kulakukan adalah menutup kisah kita dan selalu berusaha untuk mengikhlaskanmu. Iya mengikhlaskanmu pergi dan mengikhlaskanmu untuk berjalan ke jalan yang kamu pilih.

Sangat susah memang karena semua bayangmu seakan-akan terus mengikutiku tapi aku yakin semuanya akan kembali berjalan baik. Semua ini adalah proses sang hati dan diri untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang amburadul selama setahun ini. Kunikmati semua proses mengikhlaskanmu, dan kamu tak akan pernah tau bagaimana jatuh bangunnya aku saat semua rasa sayang, rindu bahkan cintaku padamu menghadangku secara bersamaan. Aku tau semuanya akan dan pasti meninggalkan rasa sakit tapi ya itu memang proses yang harus kujalani untuk merelakanmu. Rasanya tak pernah rela kalau kamu dengan wanita lain selain aku, tapi segera kusadarkan diriku bahwa memang kamu bukanlah milikku lagi. Ya, pada akhirnya aku harus ikhlas melepaskanmu. Aku dan kamu sudah punya jalannya sendiri-sendiri jadi kita juga harus berjalan sendiri-sendiri tanpa bergantung satu sama lain.

Rinduku yang masih tersisa akan kubawa dalam doaku saja saat raga tak bisa kembali bertemu, hanya doa yang bisa kupanjatkan dan berharap rinduku bisa sampai padamu entah dengan cara apa. Aku tak pernah sedikitpun menyimpan marah atau dendam padamu, aku hanya terus berusaha menyembuhkan semua kesakitan yang ada dalam diriku akibat perpisahan ini. Ini memang sudah jalan yang harus kita lalui, ini sudah skenario Allah untuk kita. Kita memang harus terpisah dan harus saling ikhlas dan rela melepaskan. Aku pun tau kamu pun merasakan kesakitan yang sama denganku. Semoga kesakitan kita segera sembuh seiring berjalannya waktu. Dan semoga kita mendapatkan pendamping hidup yang memang sudah disiapkan Allah untuk kita di waktu dan di tempat yang tepat.

Terima kasih Kangmas, rasa rinduku padamu sungguh menyiksa tapi tak apa karena rinduku perlahan sudah tak memenuhi hati dan diriku. Jaga dirimu baik-baik ya Kangmas, jangan marah kalau kamu menjadi objek banyaknya ceritaku dalam artikel blogku. Aku hanya ingin mengungkapkan semua rasa yang ada lewat tulisan. Terima kasih sudah menjadi alasanku menulis cerita cinta yang kadang menyenangkan dan pernah sangat menyedihkan. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menemuiku yang mungkin merupakan pertemuan terakhir kita karena aku tak pernah tahu apakah Allah masih mengijinkan kita untuk bertemu. Terima kasih sudah bertemu denganku, terima kasih atas dekapan pelukan hangat yang sudah kau berikan padaku dan terima kasih sudah bercerita tentang kehidupanmu saat aku tak berada disisimu. Terima kasih sudah membuatku tertawa lagi saat terakhir kali kau buatku menangis tanpa henti. Terima kasih untuk segalanya. Kamu bisa meneruskan hidupmu tanpa ada embel-embel aku merindukanmu, karena sudah kutaklukkan rinduku padamu. Mungkin aku akan rindu tapi tak apa aku bisa menangani rinduku sendiri walaupun susah payah nantinya.

Setahun yang lalu tepat di tanggal dan di bulan ini bahkan sekitar jam ini kata pisah pun terucap dari mulut manismu, air mataku pun mengalir dengan sendirinya dan dengan begitu derasnya. Rasanya benar-benar menyakitkan. Tapi tak apa sudah kuterima semuanya, sudah kuyakinkan pada hatiku bahwa semuanya ini benar dan bukan hanya mimpi semata. Aku sudah terbiasa tanpamu Kangmas, hanya saja rinduku padamu masih saja tersisa. Terkadang masih bisa kurasakan rinduku padamu walaupun aku masih terus berusaha mengikhlaskan semuanya. Tak apa Kangmas, semuanya pasti akan kuselesaikan. Masalah hatiku akan kuatasi sendiri dan semoga semuanya menjadi lebih baik lagi Aamiin Ya Robbal Alamin. Suatu saat kamu akan mengingatku saat kau duduk terdiam di kursi kesayanganmu atau di tempat tidurmu. Kamu akan merasakan betapa hangatnya cinta dan sayangku pada saat itu. Dan aku yakin kamu akan merindukanku, merindukanku yang dulu selalu memelukmu, yang selalu merengek meminta pelukanmu terus-terusan. Kamu akan merindukan semua tentangku, surprise-surprise yang telah kuberikan pasti masih sangat melekat diingatanmu. Aku tahu pada saatnya nanti kamu akan merindukanku, mencariku dan saat kamu menyadarinya aku sudah tak ada disampingmu lagi. Aku sudah kau paksa untuk pergi dan saat kamu menyadari itu, aku rasa akan ada rasa sesal yang sangat mendalam karena telah menyuruh dan membiarkan aku pergi. Thank you for everything Kangmas. Kamu telah memberikan pengalaman hidup yang luar biasa dalam kehidupanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s