Yang Kumau Itu KAMU


Kamu,

Ya, lagi-lagi kamu yang selalu memenuhi otakku. Semua tentangmu selalu menjadi hal yang terindah untukku. Memangnya kamu nggak ada kerjaan ya kok muter-muter terus di otakku sih, kan aku jadi mikirin kamunya terus.

Yang kumau itu KAMU!

thispinterestSource Image by Pinterest(dot)Com

Egois sekali kan aku?
Tak memikirkan apa pendapat orang, atau saran apa yang orang lain berikan. Tapi yang ku butuh itu KAMU saat ini, yang lainnya butuh sih cuman saat ini butuhnya kamu dan maunya itu cuman Kamu. Iya yang kumau itu KAMU.

Terkadang aku berpikir, mungkin kamu butuh ruang untuk menyadari semuanya. Tapi butuh berapa banyak ruang dan waktu yang kamu perlukan untuk menyadari semuanya kalau yang ku butuhkan hanya kamu dan yang kumau hanya kamu? Masih pantaskah aku menunggumu atau haruskah aku pergi dan merelakanmu? Bahkan untuk pergi dan meninggalkanmu pun adalah hal yang sangat sulit untuk kulakukan.

Apakah memang kamu sudah benar-benar tak mau dengan semua hal tentang kita? Memangnya sudah tak bisakah lagi ada kata Kita diantara kita? Semua pertanyaan besar selalu berputar-putar dalam otakku. Ingin kutanyakan padamu tapi tak ada keberanianku untuk menanyakannya padamu. Sementara rindu masih saja menghantui hari-hariku. Apakah kita sudah sangat jauh? tak adakah yang bisa membuat kita mendekat dan mengungkapkan rasa rindu masing-masing? Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku merindukanmu dan saat kutanya apakah kau merindukanku kau tak menjawabnya. Apakah jawabannya tidak? atau hanya aku yang terlalu berharap padamu?

jeteveuxSource Image by Pinterest(dot)Com

Mungkin kata orang aku bodoh karena rela menunggumu dan masih saja berharap bahkan memikirkanmu. Ya mungkin aku bodoh, aku masih saja memikirkanmu bahkan rindu pun masih bisa kurasakan dengan begitu hebatnya. Ingin sekali ku mendatangimu, berbicara padamu tentang semua keluh kesahku dan semua isi hatiku padamu, tapi masihkah aku punya kesempatan seperti itu? Entah aku pun tak tau.

Yang kuinginkan saat ini adalah bertemu denganmu Kangmas, menatap matamu, dan berbicara tentang semua rasa yang dirasakan oleh sang hati sambil ketawa ketiwi yang diakhiri dengan pelukan dan kecupanmu yang hangat dan menenangkan itu. Akankah hanya sekedar khayalan atau bahkan sebuah kenyataan yang akan terjadi? Entahlah.

you-and-usSource Image by Pinterest(dot)Com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s