Aku Cuma Punya Hati


Kadang semua kisah cinta memang tak berjalan sempurna dan berakhir dengan indah. Banyak sekali kisah cinta yang berakhir berantakan dan meninggalkan luka yang sangat dalam. Kita sebagai pelakon cinta hanya bisa selalu berusaha memupuk rasa cinta itu seraya terus mencoba untuk menjaga agar selalu hidup dihati kita dan dihati pasangan kita.

Kadang mungkin perempuan lebih banyak berusaha untuk menjaga cinta tetap tumbuh. Tapi beda halnya saat aku bahkan kamu sudah setengah mati cintanya pada pasangan yang mungkin semuanya bisa kita lakukan hanya demi dia, lalu kenyataannya sang pasangan hanya menganggap enteng atau hanya menganggap sepele usaha kita itu sudah pasti pasangan kita hatinya lagi mati rasa atau mungkin tak punya hati memang sebenarnya. Gimana enggak, kita udah capek-capek berusaha mati-matian buat memperjuangkan cinta tapi apa yang kita dapat? Kita ngga dianggap atau bahkan kita dicampakkan? Lelaki macam apakah dia sebenarnya yang tak bisa melihat sedikit pun usaha keras yang sudah dilakukan dengan susah payah yang bahkan penuh dengan air mata yang turun begitu derasnya. Hey kau, sebegitu mudahnya kah berhenti begitu saja? tak bisakah kau ikut berjuang mempertahankan cinta ini? Tapi nyatanya kau tak bisa dan ya aku memang harus ikhlas melepasmu pergi. Karena buat apa aku hidup bersama dengan seorang lelaki yang tak mampu berjuang bersama-sama denganku? Mungkin suatu saat kau akan menyadari bahwa hanya akulah satu-satunya perempuan yang berjuang demi menyelamatkan cinta kita yang sudah sekarat yang akhirnya kau injak lalu mati tak bersisa. Aku sudah menyerah, dan aku sudah pasrah dengan matinya cinta yang telah kita bangun bersama dulu. Tak apa mungkin ini yang terbaik untuk kita bersama dan aku selalu yakin Allah akan mengirimkan satu lelaki yang terbaik untukku yang bisa berjuang bersama-sama denganku menjalani sisa hidupku sampai ujung usiaku nanti. Terima kasih Ya Allah karena Engkau telah memberikan keputusan yang terbaik dalam kisah cintaku. Mohon segera Engkau kirimkan hamba satu lelaki yang sudah kau ciptakan khusus untukku yang bisa menemaniku, bersamaku yang hidup denganku bersama anak-anak dan keluargaku sampai tutup usiaku nanti. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s