Pamit


Pamit, suatu saat hanya kata inilah yang bisa diucapkan. Saat semuanya sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan, saat semuanya sangat berat untuk diperjuangkan hanya pamit yang bisa ku ucapkan. Seperti saat hatiku kau hancurkan  yang kulakukan hanyalah pamit. Pergi meninggalkanmu adalah jalan yang terbaik untukku dan kehidupanku. Sudah kucoba dengan berbagai cara tapi tetap saja ujungnya aku harus pamit. Perdebatan yang tiada henti selalu membuat kita lelah dan akhirnya hanya pamit yang bisa kuucapkan. Aku akan pergi yang berubah hanya tak lagi kumilikmu. Inilah jalan kita dan inilah takdir kita. Aku pamit, terima kasih untuk semua kenangan yang telah kita buat bersama.

 

Tubuh saling bersandar kearah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam saat kumenanti fajar
Sudah coba berbagai cara agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Izinkan aku pergi dulu yang berubah hanya tak lagi kumilikmu

Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya ku tetap teman baikmu

Sudah coba berbagai cara agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Yang berubah hanya tak lagi kumilikmu
Kau harus percaya ku tetap teman baikmu

Izinkan aku pergi dulu yang berubah hanya tak lagi kumilikmu

Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya ku tetap teman baikmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s