No More 15


Ada apa dengan angka 15? Angka 15 sangat penting bagi saya dulu. Bukan angka 15 nya yang penting bagi saya tapi Tanggal 15 yang sangat penting bagi saya. 15 Juni 2014 tepatnya, saya mengatakan ya pada seorang lelaki yang pernah saya cintai kemarin. Bulan lalu kami masih saling mengucapkan happy 15, dan ya hubungan kami sudah berjalan 17 bulan. Masih ada kalimat ” Love You Sayang, masih ada doa semoga hubungan kita menjadi lebih baik dan semua masalah bisa terselesaikan.” Masih berasa beberapa hari lalu ngomong sayang, ngomong love you, ngomong tentang masa depan hubungan tapi semua patah, musnah dan lalu hilang saat kata sudah terucap dari bibirmu yang manis.

Semuanya sepertinya sudah kau rencanakan dan ya semuanya sudah terlanjur kau ucapkan. Sebuah kata sudah, memberikan efek yang sangat luar biasa padaku. Sampai aku tak bisa berkata apa-apa lagi yang kupikirikan adalah hatiku. Bagaimana aku memperbaiki hatiku yang sudah kau hancurkan berkeping-keping? Bagaimana aku mengembalikan senyumku dan tawaku saat kau buat ku menangis selama berhari-hari? Bagaimana aku meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya sudah berakhir, tak ada kita lagi yang ada hanyalah aku dan kamu yang dulu sempat berubah menjadi kita. Kebingungan dan kehampaan yang kurasakan saat ini mungkin juga kau rasakan, ah atau mungkin kau tak merasakannya aku pun tak tau. Rasanya tidak adil bila aku hanya menceritakan kesedihan dan kesakitanku saja tanpa menceritakan kesedihan dan kesakitanmu yang mungkin juga kau rasakan. Ya kita sama-sama merasakan kesakitan, tapi yang membedakan adalah seberapa besar kadar kesakitan yang kita rasakan masing-masing.

No more 15,
Tidak akan adalagi tanggal 15,
Tidak akan adalagi pengingat Be With You di setiap tanggal 15,
Tidak akan adalagi kalimat Happy Anniversary Sayang,
Tidak akan adalagi kita,
Tidak akan adalagi kata sayang diantara kita,
Tidak akan adalagi kata hunny disetiap malam kita,
Tidak akan adalagi ucapan nite, sweet dream and Love You diantara kita,
Tidak akan adalagi pelukan dan ciyumanmu yang menghangatkan,
Dan tidak akan adalagi cinta dan sayang yang selalu kita rasakan hanya berdua.

Ya semuanya sudah berakhir, sudah selesai dengan akhir yang menyakitkan dan memberikan bekas serta luka yang mendalam. Terima kasih untuk semuanya Kangmas, kau memberikan keindahan dengan kesakitan yang sangat luar biasa. Maafkan karena tidak bisa menepati semua janji yang telah kita buat dan sepakati bersama. Aku tidak pernah menyesal pernah mencintai dan menyayangimu. Aku hanya kecewa karena kau hempaskan seluruh cita-cita kita, tapi tak apa semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. Jaga dirimu baik-baik disana, semuanya sudah ada jalannya. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik untukmu dan keluargamu, seorang wanita yang bisa melakukan semua keinginanmu yang sesuai dengan semuanya yang kamu yakini. Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita berdua dan Allah pasti sudah memilihkan pasangan yang terbaik untuk kita. Kisah kita sudah berakhir dan selesai terima kasih untuk semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s