Dilema


sad-girl

Pertemuan yang tidak disengaja apakah bisa menimbulkan rasa cinta? Saat saling tukar kata dilakukan, bisakah rasa biasa menjadi rasa cinta? Saat berbagi perhatian bisakah menjadi sesuatu yang sangat berarti? Saat kesendirian sudah menjadi kebiasaan, kemudian kau datang apakah kesendirian akan berakhir dengan indah?

Banyak kalimat yang masih muter-muter di otak saya. Saat kejadian ini terjadi entahlah otak saya tidak bisa mencerna semua kalimat yang muter-muter. Dan DILEMA pun muncul, akankah saya meneruskan semua ini atau harus menghentikan semuanya? Saya pun tak tahu apa jawaban yang tepat.

Sepenggal cerita saya dalam beberapa waktu belakangan ini benar-benar membuat saya dilanda kebingungan dan dilema. Semoga segera berakhir dengan keputusan yang terbaik amiin. Terima Kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s