Kemarahan Yang Terpendam


Hari ini satu lagi kalimat yang sangat menyakitkan kau timpakan lagi padaku, kalimatmu sangat membuatku marah dan yah benar kau menambah satu lagi kemarahan yang selama ini sudah kupendam tanpa kukatakan dan aku hanya melupakannya. Tapi kenapa kau selalu memberiku kalimat yang sangat menyakitkan hatiku. Bisakah kau tak menyakiti hatiku lagi? sudah cukup kemarahan yang kurasakan yang hanya bisa kupendam aku hanya bisa terdiam tanpa melakukan apapun hanya karena aku sangat menghormatimu dan membiarkan semua kalimatmu yang sangat menyakitkan menghantam hatiku. Lagi-lagi airmataku kau buat turun memang tak banyak karena kutahan untuk tetap kuat dan tegar. Terima kasih karena telah menambah satu kesakitan dan kemarahan dalam hatiku.

3 thoughts on “Kemarahan Yang Terpendam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s