Hujan


Hujan datang membuat suasana hati makin gundah gelisah tak menentu. Rasa kangen yang sudah hadir dari beberapa hari lalu makin terasa. Rasa kangen ini nggak mau pergi malah terus memeluk erat hatiku. Suasana hujan selalu mengingatkanku akan dirimu, iya kamu. Kamu yang sudah menghuni hatiku entah sejak kapan. Mungkin kamu nggak pernah merasa kalau kamu yang kurindukan, kamu yang kuinginkan hadir dalam setiap mimpiku, kamu yang kuinginkan untuk selalu menemaniku kemanapun kupergi, kamu yang kuinginkan selalu memelukku saat kumerasakan sedih yang mendalam, kamu yang kuinginkan selalu membuatku tersenyum walaupun keadaan pahit sedang kurasakan.

Hujan ini seakan-akan menuntunku untuk selalu merindukan hadirmu, selalu menuntunku untuk terus mencintaimu dalam diam. Dalam diam aku mencintaimu sepenuh hatiku, walaupun mungkin kamu nggak akan pernah tau. Kamu yang kadang muncul dan kadang menghilang, seandainya kamu tau bahwa aku benar-benar mencintaimu dan benar-benar menginginkanmu menemani sampai habis usiaku. Ah ingin rasanya berteriak dan mengucapkan padamu kalo aku kangen kamu. Mungkinkah kamu mencintaiku juga? Bisakah kamu mencintaiku dan menyayangiku sepenuh hati dan apa adanya?

Aku ingin memanggilmu sayang lagi, tapi apakah masih bisa aku memanggilmu dengan sebutan sayang? Dalam diamku aku mencintaimu, dalam diamku kuinginkan dirimu. Semoga rintik-rintik hujan bisa menyampaikan perasaanku  padamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s