Cerita Tentang Kuliahku Bagian 4


Saya hampir lupa kalo masih ada cerita yang masih bersambung, setelah bulan Agustus 2012 kemaren ngelanjutin Cerita Tentang Kuliahku Bagian 3 . Sekarang saya akan melanjutkan cerita selanjutnya. Setelah pameran selesai, sidang sudah selesai, pengumpulan hardcover tugas akhirsudah selesai tinggal menunggu IP keluar. Kebetulan waktu itu sudah libur nih kuliahnya jadi nggak ke kampus lagi. dan IP baru dikeluarkan setelah liburan. Pada saat liburan nggak kuliah, tiba-tiba pihak kampus menelpon saya untuk menanyakan kepastian saya untuk melanjutkan semester depan. Semua biayanya disebutkan dan kagetnya biayanya 6 juta rupiah lho teman dan sedihnya lagi nggak bisa diangsur harus sekali bayar. Shock terapi buat saya, bener-bener bikin saya kaget nggak karuan. Saya hanya diberi waktu sekitar 2 minggu kalo nggak salah untuk mengurusi biaya administrasi dan kelengkapan untuk semester depan. Sesampainya dirumah pun saya bicarakan kepada kedua orangtua saya untuk masalah ini, mereka tidak bisa memberikan uang sebanyak itu maklumlah saya adalah anak dari keluarga yang sangat sederhana jadi tidak bisa mendapatkan uang sebegitu banyaknya. Besoknya saya coba untuk menemui orang yang memberi beasiswa saya waktu kuliah kapan hari, dan ternyata si pemberi beasiswa itu tidak bisa memberikan beasiswanya lagi pada saya, mereka hanya memberikan bantuan untuk tahun pertama saja untuk tahun kedua mereka tidak bisa memberi. Sampai disana saya merasa sudah hampir pupus impian saya untuk melanjutkan kuliah di tahun kedua. Tapi saya belum menyerah, saya bicarakan dengan teman-teman kuliah saya, mereka ingin mengadu ke pihak kampus agar pembayarannya bisa diangsur beberapa kali, setelah janjian dan berkumpul dikampus kami bicara dengan petugas keuangan yang mengurusinya sempet adu mulut dan sangat alot sekali pendekatannya dengan si ibu keuangan, sampai akhirnya kami dipersilahkan keluar dengan tidak membawa hasil apapun. Biaya kuliah di tahun kedua masih harus dibayar dengan sekali angsuran. Kecealah kami semuanya disini. Teman-teman saya pun sudah banyak yang mengumumkan kalo tidak bisa diangsur seperti ini mending mereka keluar karena tidak adanya biaya. Tidak hanya saya saja yang tidak mempunyai biaya untuk membayar uang kuliah di tahun kedua, teman saya juga masih banyak yang tidak bisa membayar uang kuliah dan akhrnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. Saya benar-benar bingung antara meneruskan kuliah ato lebih baik berhenti. Saya pun rundingan lagi dengan kedua orangtua saya, mereka menyarankan saya untuk berhenti kuliah saja kalo memang tidak ada uang, mereka juga bilang tidak usah dipaksakan bila memang tidak ada. Saya pun menuruti apa mau mereka, dan memutuskan untuk berhenti kuliah. Banyak teman saya yang menyayangkan keputusan saya tapi mau bagaiman alagi saya tidak punya uang untuk membayar biaya kuliah. Cobaan dari ALLAH Subhanahu Wata’ala datang lagi, saya hanya bisa berdoa, bersabar dan ikhlas menerima kenyataan kalo saya harus berhenti kuliah.

Cukup banyak teman saya yang masih mau melanjutkan kuliah, dan banyak juga teman saya yang berhenti kuliah karena tidak adanya biaya. Tapi saya bersyukur walaupun saya tidak menuntaskan kuliah saya, saya mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat untuk pekerjaan saya. Walaupun saya sudah tidak kulaih tapi saya masih berkomunikasi dengan teman-teman saya dikampus. Saya lihat banyak sekali tenaga dan uang yang diperlukan untuk tahun kedua, biaya yang dikeluarkan untuk membuat tugas makin banyak dan makin besar jumlahnya. Di satu sisi saya ingin merasakan mengerjakan tugas lagi, tapi disatu sisi saya bersyukur karena saya tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk tugas-tugas. Dan disaat saya sudah mulai melupakan kenangan indahnya kuliah, saya diberi tahu teman saya kalo IP sudah keluar dan saya mendapatkan IP 3,40 benar-benar senangnya luar biasa, saya juga bisa mengalahkan beberapa saingan berat saya dikampus, Alhamdulillah IP saya tinggi, tapi sayangnya dokumen IPnya nggak saya ambil dan mungkin juga tidak bisa saya ambil kan saya bukan mahasiswi disana. Disatu sisi senang nggak karuan disatu sisi saya ikhlas menerima semua keadaan yang ada.

Kabar tentang diadakannya pameran final project pun saya dengar, saya segera mengkonfirmasikan ke teman-teman kuliah dulu tentang tanggalnya, karena saya ingin menghadiri acara tersebut. Saya pun berandai-andai, seandainya saya masih melanjutkan kuliah di tahun kedua pasti saya juga ikut pameran, tapi saya tidak berkecil hati walaupun saya tidak mengikuti pameran kan saya bisa melihat pamerannya. Melihat kerja keras teman-teman kuliah dulu mengerjakan tugas akhir pasti mereka semua pada stress dengan tugas dan deadline karena dulupun saya mengalaminya waktu final project tahun pertama. Ini nih beberapa hasil dari final project teman-teman saya. Silahkan dilihat-lihat

This slideshow requires JavaScript.

Ada 3 kelompok pada final project karena nggak banyak juga yang ikut TA jadi hanya ada 3 grup dan masing-masing grup berisikan 3 orang. Sempet nanya sama salah satu temenku yang ikut TA masalah biaya yang dibutuhkan untuk TA ternyata lumayan besar lho biayanya, biayanya kurang lebih menghabiskan 1,5 juta rupiah dan masing-masing anak kurang lebih patungan 500ribu. Lumayan banyak juga sih. Pada saat pameran TA ini ada beberapa acara mulai dari band, mural dan break dance. Tapi sayang saya tidak mengambil foto-foto saat acara. Pameran TA diadakan 3 hari tapi saya kesana waktu hari terakhir yang kebetulan bertepatan dengan hari sabtu. Acara Pameran TA sih lancar dan sukses. Teman-teman saya hanya menunggu proses sidang aja dan wisuda. Sidang lancar dan tinggal revisi saja katanya, tapi ada hal yang mengagetkan sih ada teman saya yang bilang kalo mereka tidak mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh adobe, padahal di perjanjian awal seluruh mahasiswa dan mahasiswi memndapatkan sertifikat adobe, karena sertifikat itulah mereka masih mau bertahan, eh tapi denger-denger sih nggak dapet tapi nggak tahu lagi kalo dapet. Blom ada kbar terbaru sih.

Dengan adanya kejadian itu saya sadar bahwa saya memang tidak boleh melanjutkan kuliah karena banyaknya uang dan tenaga yang dibutuhkan, dan jumlahnya nggak sedikit tapi banyak. Saya bersyukur telah memilih keputusan yang tepat untuk berhenti kuliah, walaupun saya tidak lulus kuliah tapi alhamdulillah saya bisa mendapatakan ilmu dari tempat saya kuliah. Semuanya sudah diatur oleh ALLAH Subhanahu Wata’ala. ALLAH paling tahu apa yang akan terjadi disaat kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Pelajaran yang bisa diambil adalah nggak usah deh memaksakan kehendak terhadap sesuatu, bila memang tidak ada, iah nggakusah dipaksakan walaupun kadang kecewa tapi yakinlah ALLAH selalu mempunyai rencana yang lebih indah dibalik kekecewaan dan kesedihan.

Sampai sini aja iah cerita perjalanan kuliahku, ceritanya sudah selesai. Terima kasih buat yang sudah setia ngikutin kelanjutan cerita ini mulai dari yang pertama yang Cerita Tentang Kuliahku sampai yang terakhir. Semoga kalian bisa mendapatkan manfaat dari tulisan perjalanan kuliah saya. Terima kasih sekali lagi

The End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s