Mbak, Belikan Aku Sepeda Motor


Kali ini mau ngomong masalah keluarga sedikit. Kali ini saya akan bercerita tentang adik saya, saya mempunyai satu adik laki-laki yang sangat dekat dengan saya. Adik saya baru saja masuk ke SMA, tapi sayang dia tidak bisa masuk ke SMA yang dia mau karena nilai UAN nya kecil jadi tidak masuk saat pendaftaran secara online yang dilakukan beberapa hari lalu. Saat SMP adik saya memakai sepeda untuk pergi sekolah jarak sekolah dengan rumah tidak begitu jauh. Sekarang waktu SMA pun adik saya masih menggunakan sepeda untuk perjalanannya pergi kesekolah, kali ini jarak dari rumah kesekolah lumayan jauh walaupun cukup jauh tapi adik saya tetap menggunakan sepedanya untuk pergi sekolah.

Sebenernya kasian juga kalo dia pulang pergi naik sepeda, tapi apalah daya sepeda motor hanya ada 2 dirumah, 1 untuk saya berangkat kerja dan 1 untuk ayah saya bekerja. Ingin sekali membelikan adik saya sebuah sepeda motor untuk pergi ke sekolah, ayah, bunda dan saya pun tak tega melihat adik saya naik sepeda ke sekolah tapi apalah daya belum ada uang untuk membeli sepeda motor.

Kapan hari adik saya berkata pada saya, dia berkata ” Mbak, Belikan aku sepeda motor iah”  Dengan sedih saya menjawab ” nanti iah kalo sudah ada uang yang cukup, pasti nanti kubelikan”. Maklum saja kami adalah sebuah keluarga yang sederhana. Kemarin adik saya berkata lagi pada ayah saya dia berkata ” Yah, aku belikan sepeda motor iah” ayah saya pun menjawab ” sabar nak, nanti kalo ayah sudah punya uang pasti kubelikan”. Malam harinya adik saya turun dari kamarnya dan terlihat matanya memerah dan agak sembab, saat kutanya dia hanya menjawab aku tak apa-apa katanya. Dia bercerita kalau sepulang sekolah dia bertemu dengan temannya SMP dan aku bertanya temanmu pake sepeda juga dia menjawab nggak mereka pakai sepeda motor. Dari cerita adikku itu saya tahu mungkin adik saya capek kalo harus naik sepeda trus saat pergi dan pulang sekolah, atau mungkin dia di ejekin temennya kalo pake sepeda. Yah saya pun tak tahu kenapa dia menangis sampai matanya sembab bisa jadi karena masalah itu.

Jika kamu membaca tulisanku ini adikku, saya hanya ingin bicara kalau kami, ayah bunda dan saya berusaha untuk membelikanmu sebuah sepeda motor tapi belum ada uang untuk membelikanmu  sebuah sepeda motor. Doakan kami agar bisa segera mendapatkan uang untuk bisa membelikanmu sebuah sepeda motor untukmu sekolah agar kamu tidak capek lagi mengayuh sepedamu yang sudah tua. Sepeda yang dipakai adikku adalah sepeda ayahku dulu mulai dari aku masih kecil dan sampai aku dewasa sepeda itu masih ada. Bersabarlah adikku sayang, kelak orang yang bersabar akan mendapatkan rejeki yang lebih besar lagi. Jangan pernah patah semangat dalam belajarmu dan sekolahmu, berikan yang terbaik, agar kamu bisa menjadi orang yang luar biasa saat kamu besar.

Sedikit curhatan seorang kakak yang ingin menuruti keinginan seorang adik. Terima kasih sudah membaca tulisanku. Bye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s